Review Film "Detective Conan Movie 23: The Fist of Blue Sapphire"
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya kemarin (24/7/2019) gue bisa nonton film ini di bioskop. Benar-benar excited sih, sama movie tahun ini. Saking nggak sabarnya, tiap hari gue cek-in jadwal platinum cineplex padahal udah tau kalau bakalan tayang perdana di Indonesia kemarin wkwk. Ya, kali aja dimajuin gitu kan.
As expected! Benar-benar nggak kecewa sama movie tahun ini. Ya basically gue selalu amazed sama movies-nya Detective Conan sih, haha. Jadi nggak ada yang nggak bagus menurut gue wkwk.
Ada beberapa hal yang gue amati dari film ini. Pertama, entah kenapa movie ini rasanya 'huge' banget. Gue ngerasa atmosfer dari film ini tuh benar-benar yang, beda gitu loh. Kaya, benar-benar megah gitu. Mungkin karena ambil setting di luar Jepang kali ya, makanya jadi terasa beda dari movies sebelumnya. Sayangnya, untuk 'kasus'nya sendiri menurut gue terlalu simple kalau dibanding sama movies sebelumnya. Serius deh, dari awal gue kaya udah bisa tau gitu, ntar pelakunya siapa, terus apa motifnya. Simplenya 'terlalu terbaca' lah ya.
Satu hal lain yang gue sayangkan dari movie ini (or almost every Detective Conan movies, I guess?) adalah, ada beberapa adegan yang kaya ngayal banget gitu loh. Misalkan kaya adegan jatuh dari gedung tinggi yang kemudian masih bisa selamat, atau nembak dari jarak jauh, dalam keadaan lagi terbang, tapi masih bisa tepat sasaran, dan banyak lagi. Kalau kalian ngikutin Detective Conan pasti tau lah adegan-adegan kaya gimana yang gue maksud. Soalnya tipikal adegan ini tuh hampir selalu ada di movies-nya Detective Conan. Maksud gue, oke lah memang Conan tuh pemeran utama dalam cerita. Tapi pasti dia nggak sehebat itu juga kan, bisa loncat-loncat di atap gedung sambil ngelakuin hal-hal yang nonsense buat dilakuin sama anak kelas 2 SMA? Jatuhnya malah kaya lagi nonton James Bond kalau lihat adegan itu.
Kemudian seperti tipikal Detective Conan movies lainnya, wajib hukumnya buat ngasih adegan bom di dalamnya. Asli, dari movie 1 tahun 1997 sampai movie 23 ini selalu aja ada adegan pengeboman. Mungkin Aoyama-sensei ngerasa karena ini movie, jadi harus beda gitu kali ya, sama episode-episode reguler.
Selain itu, kalau biasanya Detective Conan movies lebih didominasi sama Ran dibanding Sonoko, disini Sonoko took over the role! Jadi di movie ini tuh benar-benar lebih menonjolkan love story antara Sonoko-Kyogoku gitu loh! Ya, walaupun banyak adegan Ran-Shinichi (aka Kid yang lagi nyamar), tetap aja peran Sonoko kali ini lebih besar daripada Ran. Pokoknya kalo biasanya lihat Sonoko yang ngenes gara-gara ldr-an sama pacarnya, atau role-nya yang nggak terlalu penting, di movie kali ini bakalan beda deh.
Terus satu hal yang bikin movie ini kerasa lebih spesial daripada Detective Conan movies lainnya (buat gue pribadi tentunya) adalah, BANYAK BANGET ADEGAN FANSERVICE-NYA AHAHAHAHAHA. Sumpah sih, gue nggak berhenti kejet-kejet di kursi karena nahan rasa ingin teriak gara-gara adegan fanservice-nya hahaha. Sebanyak itu! Ugh, i wont spill the tea so just watch it by yourself!
Overall, gue puas banget sih sama movie tahun ini. Benar-benar ngelebihin ekspektasi! Walaupun ada beberapa kekurangan (of course, nobody's perfect!), tapi tetap bisa tertutupi dengan baik sama nilai-nilai plus yang ada di dalamnya.
Terakhir seperti movie tahun lalu, di ending paling akhir setelah after credit, mereka rilis trailer movie 24 yang bakalan tayang tahun depan. Cuma satu permintaan gue. Ya Tuhan, tolong jangan panggil saya sebelum Conan tamat 😣. Bisa mati penasaran ntar 😫. Amin.

Comments
Post a Comment